Mesin printing Hybrid UV 5,2 Meter yang dikenalkan Gading Murni dalam SPE 2026.
INVESTORJATIM.COM – PT Gading Murni memanfaatkan ajang Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 di Grand City Convex Surabaya untuk memperkenalkan sejumlah teknologi mesin digital printing terbaru. Gading Murni optimistis pameran ini menjadi momentum mendorong modernisasi industri percetakan sekaligus membukukan transaksi hingga Rp40 miliar selama penyelenggaraan pameran.
Direktur Utama PT Gading Murni Rudy Sunardi mengatakan salah satu produk unggulan yang diperkenalkan tahun ini adalah mesin Hybrid UV 5,2 meter yang mampu mencetak media roll-to-roll maupun material rigid dalam satu perangkat.
“Mesin ini dirancang lebih fleksibel karena dapat digunakan untuk mencetak berbagai material, mulai dari acrylic, foam board hingga kebutuhan display promosi. Solusi ini juga sangat relevan untuk mendukung pelaku UMKM yang membutuhkan proses produksi lebih cepat dan efisien,” ujar Rudy di sela Surabaya Printing Expo 2026.
Selain mesin Hybrid UV 5,2 meter, Gading Murni juga menampilkan mesin UV 3,2 meter, mesin flatbed berkecepatan tinggi, serta teknologi pencetakan matte dan gloss dalam satu mesin.
Menurut Rudy, teknologi tersebut memberikan efisiensi investasi bagi pelaku usaha karena tidak lagi membutuhkan dua mesin berbeda untuk menghasilkan efek matte maupun gloss.
“Dengan satu mesin, pengguna sudah dapat menghasilkan dua jenis finishing sekaligus. Investasinya menjadi lebih efisien, tetapi kualitas hasil cetaknya tetap premium,” katanya.
Perseroan juga memperkenalkan mesin flatbed yang diklaim memiliki produktivitas tinggi sehingga mampu menangani proyek dalam volume besar dengan waktu pengerjaan lebih singkat.
Adapun harga mesin yang dipasarkan bervariasi, mulai dari sekitar Rp600 juta hingga Rp1,4 miliar, tergantung spesifikasi dan kapasitas produksi.
Selama empat hari penyelenggaraan SPE 2026, Gading Murni menargetkan nilai transaksi mencapai Rp40 miliar. Target tersebut didorong oleh tingginya minat pelaku industri terhadap mesin digital printing berteknologi terbaru.
“Kami berharap pameran ini dapat membuka lebih banyak peluang penjualan, terutama untuk mesin-mesin industri berkapasitas besar yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan,” tutur Rudy.
Dia menilai prospek industri digital printing di Indonesia, khususnya Jawa Timur, masih sangat menjanjikan. Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat mendorong pelaku usaha terus melakukan pembaruan peralatan agar mampu bersaing dari sisi kecepatan, kualitas cetak, maupun efisiensi biaya produksi.
“Teknologi printing tidak pernah berhenti berkembang. Kalau pelaku usaha tetap menggunakan teknologi lama, mereka akan tertinggal. Karena itu, investasi pada mesin yang lebih modern menjadi kebutuhan agar tetap kompetitif,” ujarnya.
Rudy menambahkan, penyelenggaraan Surabaya Printing Expo memiliki peran penting sebagai ajang edukasi sekaligus etalase teknologi terbaru bagi industri percetakan. Menurutnya, pameran tersebut juga membuka akses bagi pelaku UMKM untuk mengenal solusi produksi yang lebih efisien dan bernilai tambah.
“Melalui pameran seperti ini, pelaku industri dapat melihat langsung perkembangan teknologi terbaru yang dapat meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang bisnis mereka,” katanya. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan penyempurnaan aturan Papan Pemantauan Khusus sebagai upaya…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan meningkatnya kebutuhan industri terhadap teknologi percetakan yang…
INVESTORJATIM.COM — Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) memperkuat kualitas…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional dan tuntutan efisiensi sektor energi, PLN Nusantara…
INVESTORJATIM.COM – Mengisi masa liburan sekolah dengan kegiatan edukatif, PT Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK)…
INVESTORJATIM.COM — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan fitur transaksi repurchase agreement (Repo) dengan…