Football for Equality: Marc Klok dan Plan Indonesia Dorong Akses Setara bagi Anak Perempuan

Dorong Kesetaraan Gender, Marc Klok dan Plan Indonesia Bangun Ekosistem Sepak Bola Inklusif

BANDUNG, INVESTORJATIM – Banyak anak di Indonesia, terutama anak perempuan, masih menghadapi keterbatasan akses dan stereotip yang membatasi mereka berkembang melalui olahraga.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Marc Klok Foundation bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) meluncurkan kampanye Football for Equality yang berfokus pada pembangunan lapangan sepak bola ramah anak serta ruang bermain dan belajar setara di Bandung, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan Hari Anak Sedunia.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat masih terdapat kesenjangan akses dan partisipasi olahraga antara anak laki-laki dan perempuan. Stereotip bahwa sepak bola adalah olahraga laki-laki juga masih kuat, sehingga menghambat partisipasi anak perempuan.

Kampanye Football for Equality hadir untuk menyediakan ruang bermain yang aman dan inklusif, memperluas akses anak perempuan terhadap olahraga, serta mengintegrasikan edukasi kesehatan remaja.

“Di dalam maupun di luar lapangan, anak-anak dibekali kepercayaan diri dan keterampilan hidup. Ketika seorang anak perempuan mencetak gol pertamanya, ia membuktikan bahwa setiap mimpi bisa diraih,” ujar Marc Klok, pendiri Marc Klok Foundation dan pemain Timnas Indonesia yang juga kapten Persib Bandung, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga:  Persebaya Dan Citicon Membangun Lebih Wani

Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan bahwa sepak bola adalah milik semua anak. “Upaya ini sejalan dengan komitmen kami memperjuangkan kesetaraan bagi anak perempuan serta menyediakan ruang aman dan akses edukasi kesehatan yang komprehensif,” ujarnya.

Kampanye ini memiliki empat pilar utama, mulai dari rehabilitasi lapangan sepak bola di sekolah, membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak perempuan, hingga pemanfaatan sepak bola sebagai sarana edukasi kesehatan remaja, mencakup kesehatan fisik, reproduksi, mental, dan gaya hidup sehat. Selain itu, Football for Equality juga dirancang menumbuhkan talenta sepak bola muda Indonesia melalui pembinaan sejak dini.

Juggling for Dreams: Bandung ke Ruteng

Bandung dan Ruteng memiliki hubungan sister city. Di Ruteng, Plan Indonesia menjalankan program Girls’ Football yang memberi ruang aman bagi anak perempuan untuk bermain dan berkembang. Untuk merayakan hubungan ini, Marc Klok Foundation dan Plan Indonesia meluncurkan tantangan Juggling for Dreams, membawa bola secara simbolis sejauh 1.935 kilometer—jarak antara Bandung dan Ruteng—melalui aksi juggling.

Baca Juga:  Generali Indonesia Tegaskan Peran Perempuan Jadi Kunci Kinerja dan Inovasi

Mekanismenya, setiap unggahan video juggling oleh satu orang di media sosial dihitung sebagai satu kilometer perjalanan simbolis. Tantangan ini sudah dibuka Marc Klok dan mengundang keterlibatan publik, komunitas, dan influencer. Kampanye berlangsung di TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital.

Football for Equality akan berlanjut melalui sesi pelatihan daring antara Marc Klok dan tim Girls’ Football dari NTT serta lelang amal untuk penggalangan dana perbaikan lapangan dan penguatan program edukasi kesehatan remaja di berbagai kota.

Salah satu peserta Girls’ Football dari Ruteng mengatakan bahwa inisiatif ini memberi dampak besar baginya.

“Dulu saya merasa sepak bola bukan untuk anak perempuan. Sekarang, setiap kali berlatih, saya lebih percaya diri. Kami ingin menunjukkan bahwa anak perempuan juga bisa bermain sepak bola dan punya mimpi besar,” ujarnya.

(ONNY)

Komentar