
INVESTORJATIM.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong organisasi kekerabatan dan kemasyarakatan memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pemberdayaan ekonomi, penguatan kerukunan, serta peningkatan partisipasi perempuan dan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Emil dalam dua agenda, yakni Rakernas IV Punguan Silauraja Indonesia (PSI) di Surabaya dan Musda serta Rakerda DPD Srikandi Jaga Desa Jawa Timur di Kabupaten Mojokerto.
Dalam Rakernas PSI, Emil menilai organisasi kekerabatan memiliki modal sosial dan jejaring yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan usaha mikro dan kecil, peningkatan literasi digital, perluasan akses pasar, serta pengembangan kemitraan usaha.
“Organisasi kekerabatan memiliki jejaring dan modal sosial yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Emil, Sabtu, 24/10/2026.
Emil juga menekankan pentingnya pelestarian budaya dan penguatan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, organisasi kekerabatan dapat menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas sekaligus menyiapkan generasi muda yang produktif dan berdaya saing.
Berdasarkan materi sambutannya, Emil menyebut 69,28% penduduk Jawa Timur berada dalam kelompok usia produktif 15–64 tahun. Potensi tersebut, kata dia, perlu dioptimalkan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, kewirausahaan, dan pemberian ruang kepemimpinan bagi generasi muda.
Sementara itu, dalam forum Srikandi Jaga Desa, Emil mendorong penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi lokal, dan menggerakkan kegiatan masyarakat.
“Dalam pembangunan desa, kita ingin pembangunan yang partisipatif. Perempuan harus mendapatkan ruang untuk terlibat,” katanya.
Emil juga menyampaikan ekonomi Jawa Timur pada Semester I 2026 tumbuh 5,84%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45%.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut perlu diikuti pemerataan manfaat ekonomi melalui kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha.
“Yang terpenting, bagaimana kita bersama-sama mendorong pembangunan desa yang partisipatif,” pungkas Emil. (Onny)














Komentar