Categories: Indeks

Emas Jadi Biang Inflasi 2025, Harga Melonjak 65% dalam Setahun

Lonjakan harga emas selama 2025, menjadi penyumbang inflasi selama tahun lalu.

JAKARTA, INVESTORJATIM – Lonjakan harga emas sepanjang 2025 terbukti menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas perhiasan sebagai komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar, sekaligus paling sering menyumbang inflasi bulanan sepanjang tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan inflasi kumulatif hingga Desember 2025 atau year to date (ytd) mencapai 2,92%. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama sepanjang 2021–2024, kecuali pada 2022.

“Sepanjang Januari hingga Desember 2025, komoditas dari kelompok harga bergejolak dan komponen inti relatif lebih sering menjadi penyumbang inflasi bulanan. Namun, emas perhiasan memberikan andil inflasi tahunan terbesar pada 2025,” ujar Pudji, Senin (5/1/2026).

Tekanan inflasi dari emas sejalan dengan tren penguatan harga yang berlangsung hampir tanpa jeda sepanjang 2025. Harga emas Antam 24 karat berulang kali mencetak rekor, didorong oleh tingginya permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang tahun lalu, harga emas bahkan menembus level Rp2,5 juta per gram.

Pada penutupan perdagangan 31 Desember 2025, harga emas Antam tercatat sebesar Rp2.501.000 per gram, melonjak tajam dibandingkan posisi awal tahun yang berada di kisaran Rp1.515.000 per gram. Kenaikan sekitar 65% dalam setahun tersebut membuat emas perhiasan kerap menjadi pemicu inflasi bulanan, khususnya dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

BPS mencatat emas perhiasan muncul sebagai penyumbang utama inflasi bulanan sebanyak 11 kali sepanjang 2025. Tingginya frekuensi tersebut mencerminkan kuatnya pengaruh pergerakan harga emas terhadap dinamika inflasi nasional.

Meski demikian, Pudji menegaskan inflasi 2025 tidak hanya dipicu oleh emas. Faktor lain seperti harga pangan, transportasi, dan komponen inti tetap memberi kontribusi. Namun, dominasi emas perhiasan menjadi karakteristik tersendiri dalam pola inflasi sepanjang tahun lalu.

Ke depan, dengan harga emas yang masih bertahan di level tinggi hingga akhir 2025, pergerakan komoditas ini diperkirakan tetap menjadi salah satu variabel penting dalam upaya menjaga stabilitas inflasi nasional. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

TPS Perkuat “Benteng” Tata Kelola, Siapkan SDM Hadapi Risiko Bisnis yang Kian Kompleks

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan industri logistik yang semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian, isu tata…

19 jam ago

Harga Terjangkau, Pertamina Gelar Pasar Murah untuk Tekan Inflasi di Jember

INVESTORJATIM.COM - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat komitmen sosialnya dengan menggelar program…

21 jam ago

Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Menguat, Cek Rincian Harga per 16 April 2026

INVESTORJATIM.COM - Harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 yang dipasarkan melalui Pegadaian mengalami kenaikan…

1 hari ago

Lari Sambil Selamatkan Satwa: Ajang “Run for Animals 2026” Gaet Publik Lewat Cara Tak Biasa

INVESTORJATIM.COM – Indonesia tak pernah kekurangan agenda pelestarian alam. Namun di tengah derasnya tren gaya…

2 hari ago

Demam Padel hingga Hyrox Meledak, Blibli Tancap Gas Obral Gear Olahraga

INVESTORJATIM.COM – Lonjakan tren gaya hidup aktif yang kian menguat, terutama di kalangan generasi muda,…

2 hari ago

Geopolitik Memanas, PLN Nusantara Power Ngebut Transisi Energi dan Kunci Keandalan Listrik

INVESTORJATIM.COM – Di tengah bara ketegangan geopolitik global yang terus menyala dan mengguncang rantai pasok…

2 hari ago