Categories: Indeks

Daewoong Pharmaceutical Indonesia Perkenalkan Terapi Kombinasi Baru untuk Dislipidemia

Dari kiri ke kanan: Prof. Won Ho Youn, M.D., Ph.D., Professor of Cardiology and dyslipidemia expert from Korea, Prof. Seok-Min Kang, M.D., Ph.D., President of Korea Society of Cardiology, ⁠Dr. Ade Meidian Ambari, M.D., Ph.D, FIHA, FAsCC, FJCS, President of the Indonesian Heart Association (PERKI), ⁠Mr. Baik In Hyun, Director of PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia pada acara peluncuran terapi dislipidemia terbaru berupa obat kombinasi tetap Ezetimibe dan Rosuvastatin di Indonesia

JAKARTA, INVESTORJATIM — Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) resmi menghadirkan terapi dislipidemia terbaru berupa obat kombinasi tetap Ezetimibe–Rosuvastatin ke pasar Indonesia. Inovasi ini menawarkan pendekatan dua mekanisme sekaligus: Rosuvastatin bekerja menghambat produksi kolesterol di hati, sementara Ezetimibe menurunkan penyerapan kolesterol dari usus halus. Kombinasi keduanya menghasilkan penurunan LDL-C yang lebih efektif, bahkan pada dosis yang lebih rendah, dibandingkan penggunaan statin tunggal.

Produk tersebut tersedia dalam tiga variasi dosis, yakni 10/5 mg, 10/10 mg, dan 10/20 mg, sehingga memungkinkan dokter memberikan terapi yang lebih terarah sesuai tingkat risiko kardiovaskular masing-masing pasien.

Peluncuran ini dikemas dalam sebuah simposium ilmiah yang berlangsung di JW Marriott Jakarta pada akhir pekan kemarin, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Acara tersebut dihadiri lebih dari 170 dokter spesialis jantung, termasuk Ketua PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, serta dua pakar kardiologi asal Korea Selatan: Prof. Kang Seok Min dan Prof. Won Ho Youn. Mengangkat tema “Future Perspectives on Dual-Pathway Strategies in Cardiovascular Risk Reduction”, forum ini membahas bukti ilmiah terkini serta perkembangan terapi kombinasi dalam manajemen kolesterol.

Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division Daewoong Pharmaceutical Korea Selatan sekaligus Direktur DPI, menyatakan bahwa kehadiran terapi kombinasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi pengobatan yang lebih efektif dan berbasis bukti. “Kami terus memperkuat kolaborasi dengan tenaga medis Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi INVESTORJATIM.com, Senin (1/12/2025).

Ia menambahkan bahwa perusahaan juga tengah memperluas portofolio terapi inovatif di area diabetes, hipertensi, serta gagal jantung, melalui program riset bersama PERKI dan kolaborasi dengan berbagai ahli dari Indonesia dan Korea Selatan.

Salah satu fokus utama dalam simposium adalah pentingnya menurunkan LDL-C secara lebih cepat dan agresif, terutama bagi pasien berisiko tinggi. Ketua PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, menyoroti fakta bahwa sebagian besar pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C yang direkomendasikan. “Baru sekitar 8,5% pasien risiko sangat tinggi yang mencapai angka 55 mg/dL. Karena itu, terapi kombinasi menjadi langkah yang sangat relevan,” jelasnya.

Efektivitas kombinasi Ezetimibe–Rosuvastatin juga dipaparkan oleh para ahli dari Korea Selatan. Prof. Won Ho Youn mengemukakan bahwa kombinasi yang menekan produksi dan penyerapan kolesterol secara simultan telah menjadi standar dalam berbagai pedoman global. Berdasarkan studi ACTE (2011) dan RACING (2022), terapi kombinasi memberikan penurunan LDL-C lebih signifikan dengan tingkat efek samping yang lebih rendah dibandingkan penggunaan statin dosis tinggi.

Sementara itu, Prof. Kang Seok Min menjelaskan bahwa penggunaan terapi kombinasi di Korea Selatan terus meningkat dari 4,5% pada 2016 menjadi 22,5% pada 2020, yang ikut mendorong peningkatan tingkat pencapaian target LDL-C secara nasional. “Untuk pasien dengan risiko tinggi, memulai terapi kombinasi sejak awal memberikan hasil klinis yang lebih baik,” tegasnya.

Dengan kehadiran obat kombinasi terbaru ini, termasuk tablet dosis 10/5 mg yang untuk pertama kalinya tersedia di Indonesia, Daewoong Pharmaceutical Indonesia berencana memperluas kemitraan dengan fasilitas kesehatan dan meningkatkan akses pasien terhadap terapi kombinasi tetap melalui tiga pilihan dosis yang telah disiapkan. (ONNY)

REDAKSI

Recent Posts

Alibaba Bidik 100 UMKM Jatim Go Global, Target Tembus 200 Negara

INVESTORJATIM.COM — Peluang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Timur memperluas pasar ke…

10 jam ago

Emil Dardak Dorong Green Jobs Jadi Motor Ekonomi Hijau Jawa Timur

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong transformasi ekonomi hijau di Jawa…

17 jam ago

ITS Bidik Juara KMHE 2026, Luncurkan Mobil Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX

INVESTORJATIM.COM — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali akan berpartisipasi dalam ajang nasional Kontes Mobil…

21 jam ago

Tak Perlu Simpan Emas Batangan, ETF Emas Kini Jadi Peluang Baru Investor

INVESTORJATIM.COM – Emas kini tak hanya bisa dibeli dalam bentuk batangan atau melalui platform emas…

1 hari ago

Kopi Jawa Timur Bidik Pasar Belanda, Pembelian dari Petani Ditargetkan Mulai 2027

INVESTORJATIM.COM – Peluang kopi Jawa Timur menembus pasar Eropa kembali terbuka. Sekitar 30 pelaku usaha…

2 hari ago

Pemanfaatan Jargas PGN di Sidoarjo Tinggi, 478 Rumah di Deltasari Sudah Terhubung

INVESTORJATIM.COM – Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Perumahan Deltasari Indah, Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan…

2 hari ago