Istimewa
INVESTORJATIM.COM — Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak mahasiswa dan civitas academica untuk mengambil peran lebih besar dalam dunia usaha melalui Program Campuspreneur yang diinisiasi Kementerian Perdagangan (Kemendag). Program ini dirancang untuk mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor sekaligus memperluas basis eksportir nasional dari lingkungan perguruan tinggi.
Ajakan tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso saat menghadiri kegiatan “Campuspreneur 2026: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor” di IPB University, Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Mendag menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki peluang menjadi pencari kerja, tetapi juga dapat menjadi pelaku usaha dan eksportir yang mampu bersaing di pasar global.
Menurutnya, peluang ekspor Indonesia masih terbuka luas meskipun perekonomian dunia menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah guna mengembangkan usaha berbasis inovasi dan berorientasi ekspor.
“Kami ingin mahasiswa setelah lulus tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pengusaha dan eksportir. Program Campuspreneur bersinergi dengan perguruan tinggi melalui pelatihan, pendampingan, hingga business matching,” ujar Budi Santoso dalam keterangannya pekan ini.
Sebagai bentuk dukungan, peserta terbaik Program Campuspreneur akan memperoleh kesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Kemendag juga menyediakan ruang promosi khusus serta fasilitasi pitching dan business matching dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Budi mengungkapkan, keberhasilan program fasilitasi ekspor yang dijalankan Kemendag menunjukkan besarnya peluang bagi pelaku usaha pemula untuk menembus pasar internasional. Sepanjang 2025, Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) mencatat transaksi ekspor sebesar USD134,87 juta. Sementara pada periode Januari–Mei 2026, nilai transaksi telah mencapai USD193,88 juta.
Selain memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, Kemendag juga memperluas akses pasar melalui 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara serta mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang internasional.
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyambut positif pelaksanaan Program Campuspreneur. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi IPB sebagai Technosocial Entrepreneur University yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia berjiwa wirausaha.
Pada kesempatan yang sama, Mendag turut melepas ekspor produk pinang milik PT Export Tani Nusantara ke Bangladesh dan Maladewa senilai Rp2,2 miliar. Perusahaan yang dikelola mahasiswa IPB tersebut menjadi contoh keberhasilan pengembangan usaha berbasis komoditas pertanian yang mampu menembus pasar ekspor. Bahkan, perusahaan itu berhasil memperoleh nota kesepahaman (MoU) senilai Rp33 miliar setelah mengikuti pameran dagang di Shanghai, Tiongkok.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk memanfaatkan Program Campuspreneur sebagai pintu masuk menuju pasar ekspor global. (Onny)
INVESTORJATIM.COM — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp1,03 triliun yang…
INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir melalui…
INVESTORJATIM.COM – Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat industri makanan dan minuman…
INVESTORJATIM.COM – Momentum liburan sekolah dan musim liburan pertengahan tahun dimanfaatkan pelaku industri perhotelan untuk…
INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan sektor budaya, pariwisata,…
INVESTORJATIM.COM – Musim liburan sekolah selalu menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk berwisata dan…