Categories: BusinessIndeks

Belanja Daring Menguat Pascalebaran, Pola Konsumsi Rumah Tangga Berubah

INVESTORJATIM.COM – Periode pasca-Lebaran umumnya diikuti perubahan pola konsumsi masyarakat. Setelah aktivitas silaturahmi dan peningkatan kegiatan rumah tangga selama hari raya, berbagai kebutuhan harian mulai menipis, mulai dari bahan dapur, perlengkapan kebersihan, hingga produk perawatan diri.

Di sisi lain, sebagian warung dan toko kelontong masih tutup sementara usai libur panjang. Kondisi ini membuat akses terhadap kebutuhan esensial belum sepenuhnya pulih, sementara aktivitas masyarakat mulai kembali normal.

Situasi tersebut mendorong pergeseran perilaku belanja, khususnya ke kanal daring. Sejumlah platform e-commerce memanfaatkan momentum ini dengan menghadirkan program belanja pada periode akhir Maret, termasuk yang digelar oleh Blibli pada 25–27 Maret 2026.

Head of Campaign Blibli, Indra Perdana, mengatakan kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat setelah Lebaran, sementara aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih.

“Setelah Lebaran, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat sementara aktivitas belum sepenuhnya pulih. Kami melihat pelanggan semakin mengandalkan belanja online untuk memastikan kebutuhan tetap terpenuhi,” ujarnya.

Secara umum, terdapat sejumlah kategori produk yang mengalami peningkatan kebutuhan pada periode ini. Pertama, bahan makanan dan kebutuhan dapur seperti sayur, telur, daging, beras, hingga makanan praktis. Setelah konsumsi makanan khas Lebaran, masyarakat mulai kembali ke pola makan yang lebih seimbang sehingga aktivitas memasak meningkat.

Kedua, produk personal care dan suplemen kesehatan, seperti sabun mandi, sampo, perawatan wajah, hingga vitamin. Tingginya mobilitas dan intensitas aktivitas selama Lebaran membuat konsumsi produk ini meningkat.

Ketiga, perlengkapan kebersihan rumah tangga dan produk laundry, seperti deterjen, cairan pembersih lantai, hingga plastik sampah. Aktivitas bersih-bersih selama dan setelah Lebaran turut mempercepat habisnya stok kebutuhan tersebut.

Selain itu, kebutuhan lain seperti peralatan rumah tangga dan perangkat elektronik juga mulai dicari, terutama ketika sebagian asisten rumah tangga belum kembali bekerja pascalibur panjang.

Fenomena ini menunjukkan bahwa periode pasca-Lebaran menjadi fase penyesuaian konsumsi rumah tangga, di mana masyarakat berupaya menyeimbangkan kembali kebutuhan harian seiring kembalinya rutinitas. Kanal belanja daring pun menjadi salah satu alternatif untuk menjaga ketersediaan barang di tengah keterbatasan akses ritel fisik. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Dari Kampung Nelayan ke Panggung Teater, Kisah Cinta di Tengah Polemik Reklamasi

INVESTORJATIM.COM – Di tengah polemik reklamasi Kenjeran yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian masyarakat, sebuah cerita…

4 jam ago

Perluas Akses Energi, PGN Gagas Kembangkan CNG di Yogyakarta dan Jateng Selatan

INVESTORJATIM.COM - Keterbatasan jaringan pipa gas bumi tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk…

4 jam ago

TTL Gelar Pelatihan Gada Pratama Gratis bagi Warga Ring 1

INVESTORJATIM.COM - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah…

6 jam ago

Kemerdekaan Finansial Tak Harus Kaya, Begini Cara Memulainya

INVESTORJATIM.COM – Momentum Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus tidak hanya dapat dimaknai sebagai perayaan…

7 jam ago

Baterai Bekas Jangan Asal Dibuang, Ada Cara Sederhana agar Tak Jadi Beban Lingkungan

INVESTORJATIM.COM – Benda kecil seperti baterai kerap luput dari perhatian. Padahal, hampir setiap hari baterai…

15 jam ago

Surabaya Jadi Kota Pembuka BCA Expo 2026, Ada Bunga KPR 1,23%

INVESTORJATIM.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membuka rangkaian BCA Expo 2026 di Surabaya.…

15 jam ago