Categories: FinanceIndeksMarket

Bank Jatim Bukukan Laba Rp1,54 Triliun pada 2025, Tumbuh 20,65% YoY

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Hal tersebut disampaikan dalam Paparan Publik Kinerja Keuangan 2025 yang digelar pada Senin kemaren di Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran direksi, antara lain Direktur Utama Winardi Legowo, Wakil Direktur Utama R. Arief Wicaksono, serta sejumlah direktur lainnya.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, perseroan menerapkan berbagai strategi untuk menjaga kinerja bisnis di tengah dinamika ekonomi. Upaya tersebut meliputi pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) dengan meningkatkan porsi dana murah, penerbitan obligasi untuk memperkuat struktur pendanaan, serta penyaluran kredit secara selektif pada sektor-sektor prospektif.

Selain itu, perseroan juga mendorong pertumbuhan kredit konsumer, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan transaksi digital guna mendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Pengendalian kualitas aset juga dilakukan secara ketat sesuai dengan profil risiko perusahaan.

“Perseroan terus melanjutkan transformasi melalui lima pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM, digitalisasi proses bisnis, serta sinergi dalam kelompok usaha bank,” ujar Winardi, Senin, 30/3/2026.

Sepanjang 2025, Bank Jatim membukukan total aset sebesar Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70% secara tahunan (year-on-year/yoy). Penyaluran kredit tercatat Rp67,24 triliun atau meningkat 4,98% yoy, terdiri atas kredit konsumer sebesar Rp36,54 triliun (tumbuh 6,20% yoy) dan kredit produktif Rp30,7 triliun (tumbuh 3,55% yoy).

Dari sisi pendanaan, DPK tumbuh 1,43% yoy dengan peningkatan signifikan pada giro yang mencapai Rp21,4 triliun atau naik 12,5% yoy. Jumlah nasabah juga meningkat 5,64% yoy menjadi 10,91 juta rekening.

Adapun laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp1,54 triliun atau meningkat 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim menunjukkan pertumbuhan yang lebih agresif. Total aset meningkat 42,93% yoy menjadi Rp168,85 triliun, sementara penyaluran kredit naik 46,65% yoy menjadi Rp110,5 triliun. Laba bersih konsolidasi tercatat sebesar Rp1,617 triliun atau tumbuh 24,80% yoy.

Manajemen juga terus memperbaiki kualitas aset melalui langkah hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6%, serta restrukturisasi kredit senilai Rp4,17 triliun. Berbagai strategi penagihan dan insentif juga dilakukan untuk mempercepat penyelesaian kredit bermasalah.

Di sisi pengembangan usaha, Bank Jatim telah menyelesaikan pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan menjadi induk bagi lima bank pembangunan daerah, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Pada 2026, perseroan akan memfokuskan sinergi pada aspek bisnis dan keuangan.

Transformasi digital turut menjadi pendorong kinerja. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 atau tumbuh 22,40% yoy dengan nilai transaksi Rp65,77 triliun. Sementara itu, pengguna JConnect Internet Banking Corporate tercatat 11.199 dengan transaksi Rp23,36 triliun.

Adapun pengguna QRIS Bank Jatim mencapai 203.725 dengan nilai transaksi Rp3,94 triliun atau meningkat 47,25% yoy. Layanan AGEN JATIM juga diperluas menjadi 14.842 agen untuk mendukung inklusi keuangan dan penyaluran kredit berbasis referral.

Ke depan, manajemen optimistis kinerja perseroan tetap terjaga seiring penguatan sinergi grup usaha serta akselerasi digitalisasi layanan perbankan.(onny)

REDAKSI

Recent Posts

Dorong Inovasi Mahasiswa, BCA Hadirkan Genera-Z Berbakti 2026 dengan Dukungan Pendanaan

INVESTORJATIM.COM, Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menghadirkan program Genera-Z Berbakti pada…

14 jam ago

Ledakan Kiriman Ramadan: Fesyen Raja, Dokumen Tak Kalah Sibuk

INVESTORJATIM.COM – Tren pengiriman selama Ramadan 2026 menunjukkan pergeseran menarik. Bukan hanya kebutuhan Lebaran yang…

14 jam ago

WFH ASN Tak Guncang Okupansi, Tapi Diam-Diam Ubah Arah Bisnis Perkantoran

INVESTORJATIM.COM – Kebijakan Work From Home (WFH) satu hari per minggu bagi Aparatur Sipil Negara…

14 jam ago

BEI Resmi Ubah Aturan Free Float, Minimum Naik Jadi 15%

INVESTORJATIM.COM — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A terkait…

1 hari ago

MBMA Tahan Gempuran Harga Nikel, Pendapatan Tembus US$1,43 Miliar di 2025

INVESTORJATIM.COM — PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjukkan ketahanan bisnis di tengah tekanan harga…

1 hari ago

Lonjakan Harga Emas dan Nikel Dongkrak Kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk di 2025, Siap Tancap Gas Tahun Ini

INVESTORJATIM.COM — Kinerja keuangan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sepanjang 2025 menunjukkan akselerasi yang…

1 hari ago