Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025

INVESTORJATIM.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Total aset industri keuangan syariah Indonesia mencapai Rp3.131,02 triliun, tumbuh 8,56% secara tahunan (year on year/yoy) dan menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.

Capaian tersebut tercatat dalam Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang mengangkat tema “Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.

Laporan tersebut menjadi salah satu referensi OJK dalam melihat ketahanan, daya saing, tantangan, serta arah pengembangan industri keuangan syariah nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan perkembangan industri keuangan syariah menunjukkan arah yang semakin positif seiring dengan implementasi berbagai kebijakan yang dilakukan OJK bersama pemangku kepentingan.

“Industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing,” kata Friderica.

Menurut dia, penguatan tersebut penting untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Pada 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11%, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 sebesar 5,03%. Kondisi tersebut menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan industri keuangan syariah nasional.

Dari total aset Rp3.131,02 triliun, aset perbankan syariah tercatat Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92% yoy.

Sementara itu, aset pasar modal syariah di luar kapitalisasi saham syariah mencapai Rp1.875,25 triliun, meningkat 8,18% yoy.

Pertumbuhan juga terjadi pada sektor industri keuangan non-bank (IKNB) syariah. Aset sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) mencapai Rp74,27 triliun atau tumbuh 10,59% yoy.

Adapun aset sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) mencapai Rp124,51 triliun, tumbuh 10,29% yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK sekaligus Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) Dian Ediana Rae mengatakan OJK akan terus mengawal pengembangan industri melalui regulasi, roadmap sektoral, dan kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing.

Dian menyebut pembentukan KPKS pada Juni 2025 menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan. Forum tersebut diharapkan mempercepat pertukaran informasi serta mendorong kebijakan pengembangan keuangan syariah yang lebih terintegrasi.

OJK menilai sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat daya saing industri, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

LPKSI 2025 juga memuat informasi mengenai perkembangan, tantangan, peluang, serta arah kebijakan industri keuangan syariah. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi regulator, pelaku industri, akademisi, investor, dan masyarakat.

Ke depan, OJK akan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong ekosistem keuangan syariah yang inklusif, inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan.(Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Bikin Kapal Perang Sendiri, PAL Pamer Kekuatan Alutsista Buatan Anak Bangsa di TNI Fair

INVESTORJATIM.COM – Kapal perang yang biasanya hanya terlihat di layar televisi atau foto berita, kini…

22 jam ago

TTL-OOCL Perkuat Kolaborasi, Surabaya Didorong Jadi Hub Logistik Indonesia Timur

INVESTORJATIM.COM — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran sebagai bagian dari…

1 hari ago

ITS Hibahkan Teknologi AISITS untuk Keselamatan Kapal di Klungkung

INVESTORJATIM.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghibahkan perangkat transmitter Automatic Identification System ITS…

2 hari ago

Tekan Biaya Operasional 60 Persen, TPS Konversi 25 Kendaraan Jadi Listrik

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mempercepat transformasi menuju pelabuhan hijau dengan mengkonversi 25…

2 hari ago

Limbah Buah Naga Jadi Berkah, Program PLN NP Raih Penghargaan ENSIA 2026

INVESTORJATIM.COM – Limbah buah naga yang selama ini dianggap tak bernilai, kini justru menjadi sumber…

2 hari ago

IDSurvey Siapkan UMKM Binaan Naik Kelas Lewat Program Inkubasi Champion

INVESTORJATIM.COM – PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey tidak hanya memberi ruang…

3 hari ago