INVESTORJATIM.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dunia usaha di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks.
Ketua DPP APINDO Jawa Timur, Eddy Widjanarko, menegaskan bahwa penguatan internal organisasi menjadi fokus utama dalam forum tersebut. Menurutnya, kapasitas kepemimpinan di daerah harus terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“APINDO harus kuat dari dalam. Kepemimpinan di daerah perlu terus ditingkatkan dan diberi ruang berkembang, karena itu akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya saat membuka Rakerkonprov, Rabu (2/4/2026).
Eddy menjelaskan, APINDO memiliki peran penting dalam mendorong investasi sekaligus menjaga kesejahteraan pekerja. Namun, ia mengakui tantangan dunia usaha saat ini salah satunya berasal dari struktur upah di Jawa Timur yang semakin kompetitif.
“UMK ring 1 Jawa Timur saat ini berada di kisaran Rp5,2 juta. Angka ini sejajar dengan daerah industri seperti Tangerang sekitar Rp5,5 juta, Jakarta Rp5,9 juta, dan Bekasi Rp6 juta. Ini perlu disikapi secara bijak agar tidak menekan dunia usaha,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya keterkaitan antara upah dan produktivitas dalam menjaga daya saing industri. “Upah harus selalu dikaitkan dengan produktivitas. Kita perlu melakukan rebalancing secara terukur melalui dialog konstruktif dengan serikat pekerja,” imbuhnya.
Di tengah berbagai tantangan, peluang investasi dinilai masih terbuka lebar. Hal ini ditandai dengan masuknya industri baru, khususnya sektor alas kaki yang mulai berkembang di sejumlah daerah seperti Ngawi, Nganjuk, dan Lamongan.
“Kita saat ini tidak hanya bersaing dengan luar negeri, tetapi juga antarprovinsi. Karena itu, daya saing harus terus diperkuat,” tambah Eddy.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPN APINDO, Sani Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan serikat pekerja dalam meningkatkan daya saing nasional.
“Kolaborasi antara APINDO dan serikat pekerja sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 sektor riil menghadapi tekanan akibat dinamika global, termasuk dampak konflik geopolitik yang memicu kenaikan harga energi, biaya logistik, dan bahan baku industri. Kondisi ini turut menekan daya beli masyarakat serta konsumsi rumah tangga.
Dalam konteks nasional, Jawa Timur memiliki peran strategis dengan jumlah penduduk lebih dari 41 juta jiwa. Sekitar 31 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) disumbang oleh sektor industri pengolahan, dengan kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp147 triliun, PDRB sekitar Rp3,40 triliun, serta ekspor sebesar USD 28,5 miliar.
Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa APINDO merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong investasi.
“Kami melihat APINDO memiliki peran penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kota Batu kami dorong menjadi daerah yang aman, nyaman, dan menarik bagi investor,” katanya.
Ia menambahkan, di tengah kondisi ekonomi saat ini, realisasi investasi di Kota Batu justru mengalami peningkatan signifikan hingga dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Ketua Panitia Rakerkonprov, Suryo Widodo, menuturkan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 21–23 April 2026. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan pameran UMKM, dan diakhiri dengan kunjungan ke KUD Susu Pujon serta UMKM di kawasan Pujon.
Melalui Rakerkonprov 2026, APINDO Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan pekerja guna mendorong produktivitas serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (OQX)














Komentar