Menkominfo Buka Games Land Party Surabaya

Tidak ada komentar 431 views

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pada pembukaan ‘Gamers Land Party (GLP)’ di Jatim-Expo Surabaya, Sabtu (24/8/2019).

SURABAYA-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara secara resmi membuka ‘Games Land Party (GLP)’, yang digelar oleh PT Electronic Sports Indonesia (ESID) di Jatim-Expo Surabaya, Sabtu (24/8/2019). Kehadirannya pun memacu motivasi ratusan pemain games di Jawa Timur yang beradu kuat di ajang olah raga elektronik atau esport yang berlangsung pada 24 dan 25 Agustus 2019.

Saat menyapa para gamers dan komunitas games di pembukaan GLP Surabaya itu, Rudiantara menyatakan dirinya merasa senang bisa hadir dan menyapa mereka. “Ini adalah ekosistem gamers, bukan saja pemain esport, tapi ada juga penunjangnya, termasuk asosiasi game disini. Saya juga senang ketika diberi tahu kalau game yang akan dimainkan adalah Dota 2. Kita berharap di Asean 2022 nanti, mudah-mudahan Dota 2 dimainkan, sehingga akan memberi kesempatan kepada Indonesia untuk meraih medali,” katanya.

Pemerintah, sambung Rudiantara, mendukung perkembangan esport di Indonesia. Mengapa ? Pertama, esport adalah bagian dari esport dan juga bagian dari prestasi yang dipertandingkan di Asean Games 2019 dan di Sea Gams. “Kedua, kita berharap kita tidak hanya memainkan game dari luar, apakah itu Dota 2, Mobile Legende dan lainnya, tetapi suatu saat kita juga akan dan harus bisa memainkan game buatan asli Indonesia. Mengapa ? Karena Indonesia banyak anak mudanya,” ujarnya.

Rudiantara lalu mengingatkan, bahwa anak muda Indonesia sudah membuktikan diri kalau bisa membuat game lokal. Yaitu, game love, yang aplikasinya di kembangkan di Yogya. “Jadi Indonesia sebenarnya mempunyai kemampuan mengembangkan aplikasi game. Tahun 2020 nanti salah satu game mudah-mudahan akan diluncurkan, game yang karkternya asli Indonesia. Heroes of Indonesia. Kebetulan saya diberikan untuk mendapatkan sneake review atau ngintip dan akhir tahun ini akan dilakukan stated meta test. Nanti ada Gatot Kaca juga,” kata Rudiantara, yang disamput tepuk tangan meriah pengunjung.

Menurut Rudiantara, peluang bagi anak-anak muda Indonesia membangun game sendiri sangat besar. Di Indonesia kurang lebih sekarang ada 50 juta gamer dan bisnis game di Indonesia itu mungkin tahun ini sudah mencapai satu miliar dolar as. “Itu angka yang besar. Kalau satu miliar dolar mungkin patungan disini bisa,” selorohnya.

Lebih lanjut dia berharap agar ekosistem game di Indonesia bukan hanya jago membuat game atau memainkannya tetapi menjadikan game sebagai profesi. “Kalau ada anak kecil ditanya Presiden, cita-citanya nanti mau jadi apa dan dijawa jadi Youtuber. Mungkin saja disini ada yang cita-citanya pingin jadi profesional gamers. Seperti siapa ? Seperti Jess No Limit. Berprofesi sebagai profesional dengan bergabung dengan club-club game. Pokoknya buatlah game di Surabaya, Jember, Banyuwangi, Tulungagung, Kediri. Menjadi profesi itu apa artinya ? Hidup kita betul-betul fokus menjadi gamers yang professional,” kata Rudiantara.

Dengan menjadikan game sebagai profesi, anak muda Indonesia akan bisa mengembangkan aplikasi dan program gamers. Termasuk juga menjadi atlit game yang amatir yang akan ikut di turnamen di Asean Games dan Sea Games. Karena yang bisa ikut di dua turnamen itu adalah yang amatir. Atlit atli Indonesia yang ikut ke Asean Game.  Saya yakin Indonesia nanti akan bisa masuk ke Olmypiade,” katanya.

Rudiantara menegaskan pemerintah mendukung ekosistem game dan tugas dari Kemenkominfo adalah menyediakan infastrukur berupa internet kecepatan tinggi. Dia juga menyebut Presiden Jokowi juga sudah mewacanakan kabinet yang khusus mewadahi digital maupun ekonomi kreatif. Sehingga nanti yang membuat game akan menjadi bagian dari ekonmi kreatif Indonesia menjadi bagian pembangunan ekonomi Indonesia.

“Sekarang memang sudah ada Kominfo, kadang-kadang bareng juga Bekraft, BKPM, tapi yang pasti yang memberi kontribusi banyak adalah ekosistem, ada aosiasi esport Indonesia, Sekarang kerja saya ketemu yang punya game dari luar, ketemu Tencent. Sebentar lagi bulan September di Jakarta akan diadakan konferensi besar-besaran esport dan itu bukan saja turnamen tapi ada juga pembicara luar akan hadir. Saya ingin ada perwakilan dari Jawa Timur, lima orang bisa ikut konferensi di bulan September itu,” katanya.

Intinya, lanjut dia, pemerintah mendukung perkembangan pembangunan dari semua aktivitas anak muda, milenial digital utamanya dalam konteks game maupun esport. “Tapi satu hal lagi kita jangan berlebihan dalam berman game, mengorbankan sekolah, seperti viral yang sudah ada anak muda jadi sakit karena diperkirakan banyak main game. Jadi jangan sampai kejadian ini ada diantaaa kita, yakni bagaimana ekses negatifnya. Game bagus tapi ekses negatif itu jug aharus kita jaga terutama guru dan orang tua,” tuturnya.(SF)