Ini Sosok Dokter Muda Dibalik Sukses Honey Pok

Tidak ada komentar 120 views

dr Michael Lawanto Owner Honey Pok

SURABAYA-Siapa sangka hobi makan camilan bisa mengantarkan seseorang menjadi pebisnis sukses di bidang makanan ringan. Itulah yang dialami oleh dokter muda kelahiran Surabaya dr Michael Lawanto Owner Honey Pok.

Dokter alumni Fakultas Kedokteran S1 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tahun 2016 ternyata juga memiliki jiwa kewirausahaan yang sangat tangguh. Idenya untuk merintis usaha camilan ayam crispy dengan brand Honey Pok itu bermula dari hobinya nyamil semasa masih kuliah di Surabaya. Dari hobi ini kemudian muncul ide untuk menjadi pelaku usaha di bidang kuliner. Dia bilang, bermodal awal seratus juta rupiah dirinya langsung memilih Banjarmasin menjadi lokasi pertama di tahun 2015 untuk membuka dan menjalankan bisnis camilan ayam Honey Pok.

“Mengapa saya pilih Banjarmasin bukan Kota Surabaya. Karena, di Surabaya bisnis yang serupa dengan Honey Pok sudah banyak dilakukan pelaku usaha kuliner. Ini yang membuat saya sedikit khawatir Honey Pok tidak bisa berkembang cepat,” kata dr. Michael saat dijumpai di Beauty Skin dr. MF Surabaya, Senin (17/5/21).

Ternyata, lanjut dr. Michael yang juga merintis usaha klinik kecantikan dr MF beauty Skin bersama istrinya dr. Farrah Raktion ini, selama tiga bulan bisnis Honey Pok berjalan ratusan warga Banjarmasin silih berganti setiap harinya datang ke Duta Mall hanya untuk membeli camilan ayam crispy dengan taburan saus madu.

Singkat cerita, karena hampir seluruh warga Banjarmasin mengakui ayam crispy yang ia jual worth it untuk dicamil, akhirnya membawanya melakukan ekspansi bisnis ke Surabaya di tahun 2016 bertempat di Mall Ciputra.

“Puji syukur rasa dari ayam crispy Honey Pok bisa diterima meski perlu melalui beragam rintangan. Bahkan, karena semakin tenarnya, dalam setahun (2016) Honey Pok langsung buka cabang di Lenmarc dan Pakuwon Mall Surabaya,” terangnya.

Saus madu yang menjadi ciri khas ayam crispy tak hanya membuat Honey Pok sukses di wilayah Surabaya raya saja. Honey Pok juga membuka cabang gerai baru di Sun City dan Lippo Mall Sidoarjo.

Hingga pada akhirnya di tahun 2018, dr. Michael memutuskan untuk menjadikan usaha Honey Pok itu dengan sistem bisnis warabala. Keputusan tersebut diambil karena dirinya tidak ingin meninggalkan jiwa kedokteran pasca lulus di 2016.

“Namun, disatu sisi saya juga tidak ingin menjual Honey Pok. Maka dari itu langkah yang tepat

saya pikir ya membuatnya menjadi franchise,” tandasnya.

Resmi menjadi warabala di 2018, selama setahun hingga 2019 Honey Pok pun telah ada di hampir seluruh wilayah Indonesia. Total franchise Honey Pok ada sebanyak 35 cabang pada 2019 dan 14 nya milik dr. Michael sendiri.

dr Michael Lawanto bersama istrinya dr. Farrah juga mendirikan Beauty Skin dr. MF Surabaya

Sementara perjalanan dr Michael menjadi pebisnis sukses dalam menahkodai Honey Pok tak melulu menemui jalan mulus bak jalan tol. Ia mengatakan dirinya merupakan orang biasa yang lahir dari keluarga yang sederhana. Bahkan, saat mendaftar kuliah kedokteran di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, orang tuanya sempat terlambat untuk membayar uang kuliah.

Berawal dari keterlambatan membayar SPP itulah dr Michael tercetus ide untuk menjalankan bisnis kuliner Honey Pok hingga menjadi pebisnis sukses seperti sekarang ini.

“Tapi karena orang tua telat membayar kuliah, malah mendorong saya untuk bisa menjadi sukses hingga saat ini. Kerja apapun pernah saya lakukan. Saya pernah menjadi reseller menjual produk apapun. Setiap orang yang saya kenal saat menjual barang selalu saya tawarkan bantuan penjualan,” ungkap dr. Michael.

Dia mengatakan, keberhasilan dalam berbisnis kuliner ini sendiri sebenarnya kunci utamanya adalah memilih orang yang jujur. Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipekerjakan disetiap cabang Honey Pok selalu yang jujur dan ulet.(RD)