2022, Trias Sentosa Tambah Kapasitas Produksi

Tidak ada komentar 201 views

Dirut PT Trias Sentosa Tbk Sugeng Kurniawan (kanan) saat paparan publik perseroan di Surabaya, Kamis (26/11/2020).

SURABAYA-Perusahaan plastik film, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), merencanakan menambah kapasitas produksi di tahun 2020 dari sekarang 115.000 ton per tahun. Untuk itu, tahun depan emiten berkode saham TRST ini tahun depan akan menambah gudang dengan investasi sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar.

Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan, mengatakan, penambahan kapasitas itu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baik untuk pasar domestik maupun ekspor. “Untuk Trias Sentosa sendiri, kapasitas produksinya 100.000 ton sedangkan sisanya dari anak perusahaan,” katanya usai Paparan Publik di Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Dikatakan, selama pandemi Covid-19 perusahaan tetap beroperasi secara penuh dari kapasitas produksi yang ada ada sekarang. “Utilitas pabrik kita tetap seperti biasa, mencapai 90 persen selama pandemi ini. Sebab pasar juga tetap mengalami pertumbuhan,“ tandas Sugeng.

Lebih lanjut dia menjelaskan permintaan produk flexible packaging film atau kemasan plastik film baik di pasar domestik maupun ekspor menunjukkan tren pertumbuhan di triwulan IV tahun ini, meskipun perekonomian nasional dan dunia masih melambat akibat pandemi Covid-19.  Di pasar domestik, konsumsi kemasan plastik flim meningkatkan karena didorong peningkatan konsumsi dari sektor makakan dan minuman. Selama ini, konsumsi kemasan plastik film di dalam negeri selain dipernuhi oleh produk dalam negeri juga produk impor yang mencapai 25 persen. Saat pandemi Covid-19 melanda beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, pengiriman produk impor dari negara pemasok terganggu.

Ditambah lagi, dalam waktu yang bersamaan, mata uang dolar AS juga meningkat hingga tembus di angka Rp 16.000 per dolar AS pada awal-awal pandemi di Indonesia. Beberapa konsumen di dalam negeri yang sebelumnya akhirnya mengalihkannya ke produk kemasan plastik film dalam untuk memenuhi kebutuhan mereka. “Ya bisa bisa dibilang ini berkah buat kami di dalam negeri karena permintaan pasar domestik untuk produk flexible packaging flim kami justru meningkat di masa pandemi Covid-19,” kata Sugeng usai Paparan Publik di Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Tak hanya pasar domestik, pasar ekspor juga mengalami pertumbuhan permintaan untuk produk kemasan film, meskipun pertumbuhannya tidak sebesar pasar domestik. Ekspor ke pelanggan di negara-negara lain tetap berjalan, seperti Jepang, Korea, beberapa negara di Asia Tenggara dan Amerika Serikat. Mereka tidak mengurangi konsumsinya dengan harga kemasa plastik film yang masih mengalami penurunan.

Meski dari harga mengalami penurunan, tetapi karena ditunjang volume penjualan yang besar karena tingginya permintaan pasar baik domestik maupun ekspor, penjualan sampai akhir trwulan ketiga tahun ini tumbuh 10,7 persen menjadi Rp 2,2 triliun dan laba bruto meningkat sebesar 39,8 persen menjadi Rp 228 miliar jika dibandingkan dengan triwulan ketiga tahun 2019.

“Permintaan pasar domestik dan ekspor terhadap produk kami masih stabil sampai sekarang dan penjualan kami di triwulan keempat juga tetap tumbuh. Sehingga, kami juga optimistis penjualan tahun ini akan tumbuh antara 11 persen hingga 12 persen atau bisa mencapai diatas Rp 2,5 triliun atau bahkan mungkin bisa tembus Rp 2,7 trliun,” pungkas Sugeng.(RD)