Seasoldier dan Sampoerna Ajak Pilah Sampah di Program #BersihkanWarungku

Peserta program #BersihkanWarungku dan bersih pantai membersihkan sampah plastik yang berserakan di tepi Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/11). Foto:Seasoldier

JAKARTA-Yayasan Seasoldier Prajurit Laut (Seasoldier) bekerja sama dengan PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) menggelar program #BersihkanWarungku dan bersih pantai secara serentak di 30 warung dan 6 pantai di 14 titik yang tersebar di seluruh Indonsia. Inisiatif ini adalah bentuk aksi nyata para pegiat lingkungan yang tergabung dalam organisasi Seasoldier berkolaborasi dengan pelaku industri dalam menanggapi pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang kondisi Indonesia yang sedang darurat sampah plastik.

Permasalahan sampah di Indonesia dapat ditanggulangi bukan hanya melalui sosialisasi untuk membuang sampah pada tempatnya, melainkan juga upaya perbaikan dalam aspek sistem pengelolaannya. Riset Analisis Arus Limbah tahun 2017 yang dipaparkan lembaga Sustainable Waste Indonesia mengungkapkan bahwa 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola.

Sebagai kampanye pelestarian lingkungan, program #BersihkanWarungku bertujuan untuk melakukan edukasi pemilahan dan daur ulang sampah kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk pedagang maupun pengunjung warung dan pantai.

“Era sekarang, kan era-nya kolaborasi, karena sudah harus bergeser nih, dari sekedar memberikan awareness lalu menjadikannya impactful. Dengan menaruh tanggung jawab kepada semua pihak, artinya semua memiliki peran. Semoga berjalan dengan baik, sebisa mungkin kita mengemasnya dengan ringan dan fun.” tutur Dinni Septianingrum , co-founder Seasoldier.

Selaras dengan Seasoldier, Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan mengatakan bahwa upaya melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab setiap orang. “Upaya kami dalam melestarikan lingkungan diwujudkan melalui program peningkatan kesadaran masyarakat agar bertanggung jawab atas sampah. Komitmen ini merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap pemerintah dalam mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan. Menurut kami, keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua, termasuk pihak swasta, pegiat lingkungan, dan seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Ervin.

 

Wakil Ketua Seasoldier Surabaya Ryan Yonatan Herling Lalu bersama perwakilan PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) sosialisasikan bahaya sampah pada pemilik warung sekitar kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2019).Foto:Seasoldier

Program #BersihkanWarungku sejalan dengan kampanye #SayaAjaBisa dan #PuntungituSampah yang diperkenalkan Sampoerna sejak 2013 di bawah payung program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia. Kampanye tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak negatif yang timbul dari sampah pasca-konsumen, melalui upaya membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, termasuk puntung rokok.

Selain sosialisasi, Sampoerna juga turut membagikan asbak portable secara khusus kepada perokok dewasa untuk menyimpan sampah puntung jika belum menemukan tempat pembuangan yang sesuai.

Rangkaian program #BersihkanWarungku dan bersih pantai kali ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan bagi para pemilik warung dan masyarakat untuk memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Setelah itu, warung-warung tersebut akan difasilitasi tempat sampah terpilah sebagai langkah awal. Dalam kerja sama ini, Seasoldier dan Sampoerna berkolaborasi dengan bank sampah setempat untuk menampung sampah yang telah dipilah agar kembali memiliki nilai ekonomis.

Selama bulan November 2019, Seasoldier dan Sampoerna akan melakukan roadshow kegiatan bersih pantai di Kawasan Pantai Marunda Jakarta, Pantai Nambangan Perak Surabaya, Pantai Seminyak Bali, Pantai Ampenan Lombok, Bangsring Underwater Banyuwangi, serta Pantai Cermin Medan. Kegiatan bersih pantai tersebut terbuka bagi masyarakat umum yang ingin mengambil peran dan belajar memilah sampah. “Menurut saya kerjasama ini baik sekali, sebuah komitmen juga karena ada 30 warung di 14 kota yang akan menjadi contoh. Terkadang hal yang kecil dan sederhana, sulit untuk terlihat. Namun, sesuatu yang kecil jika dilakukan bersama-sama pasti akan menghasilkan perubahan.” tutup Nadine Chandrawinata, selaku Founder dari Seasoldier.

Berkiprah mulai 28 Maret 2015, Seasoldier merupakan sebuah gerakan untuk menyebarkan virus ramah lingkungan yang berkomitmen terhadap diri sendiri. Dengan memanfaatkan media sosial menggunakan tagar #Seasoldier dan #Brani yang mengajak orang lain terutama generasi muda untuk menerapkan sikap dan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan yang dapat dimulai dari diri sendiri. Gerakan ini berkembang melalui aksi nyata di lapangan yang mengangkat isu-isu lingkungan di berbagai daerah. Gerakan ini resmi menjadi yayasan pada tahun 2018 dan 14 regional yang tersebar di seluruh Indonesia ditetapkan pada Musyawarah Nasional pertama di tahun 2019.

Selain mengangkat isu lingkungan di daerahnya masing-masing, setiap regional juga menjalankan 4 program utama Seasoldier, yaitu #BersihkanWarungku, #DolphinSoldier (edukasi mengenai habitat asli lumba-lumba), Penanaman Mangrove, dan Penanaman Pohon.(RD)

Peserta program #BersihkanWarungku dan bersih pantai membersihkan sampah plastik yang berserakan di tepi Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/11). Foto:Seasoldier