Gandeng BNN, OYO Edukasi Dampak Penyalahgunaan Narkotika

(kiri ke kanan) Thomas Avitho da Lopez, Program Manager DAN Konselor Adiksi Balai Besar Rehabilitasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Renaldy Martin, Head of Government Relations OYO Hotels and Homes, Indonesia saat acara sosialisasi dan edukasi kepada OYOpreneurs tentang tindakan pencegahan serta hukum yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

JAKARTA-Jaringan hotel terbesar di Indonesia, OYO, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan edukasi tentang dampak penyalahgunaan narkotika kepada para karyawan OYO.

Melalui kerjasama dengan BNN, para OYOPreneurs (sebutan karyawan OYO) akan mendapat sosialisasi edukasi tentang tindakan pencegahan serta hukum yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Selanjutnya, guna memastikan adanya tindakan pencegahan penyalahgunaan narkotika secara komprehensif, sebanyak lebih dari 1.000 OYOPreneur yang tersebar di 100 kota di Indonesia akan dibekali dengan pelatihan digital mengenai pedoman peraturan penyalahgunaan narkotika yang wajib diikuti oleh seluruh karyawan dan diterapkan di seluruh properti OYO di Indonesia melalui sistem pembelajaran digital yang tersedia.

Rishabh Gupta, Country Head OYO Hotels and Homes, Indonesia, mengatakan sebagai sebuah jaringan hotel global, keselamatan dan keamanan para tamu serta karyawan adalah hal utama. OYO telah berkomitmen dan secara aktif melakukan berbagai inisiatif yang akan berdampak pada peningkatan keamanan operasional di berbagai properti OYO. Sebagai jaringan hotel yang telah hadir di 100 kota di Indonesia, OYO melihat kesadaran tentang penyalahgunaan narkotika menjadi sangat penting. Menjadi hal yang krusial bagi kami untuk memulai komitmen tersebut dari internal dengan para OYOPreneurs. “Melalui kerjasama dengan BNN dalam hal sosialisasi edukasi lebih lanjut tentang penyalahgunaan narkotika, kami berharap edukasi ini akan memberikan efek domino yang positif demi terciptanya lingkungan yang aman di seluruh properti OYO di Indonesia,” katanya, Kamis (24/10/2019).

Thomas Avitho da Lopez, Program Manager dan Konselor Adiksi Balai Besar Rehabilitasi dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, mengatakan,  dirinya sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh OYO dalam hal edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada para karyawannya. Hal ini sejalan dengan misi kami di BNN yaitu mengoptimalisasi sumber daya dalam penyelenggaraan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. “Saya harapkan OYO dapat menjadi teladan bagi pemain di industri lain di bidang perhotelan untuk turut andil dalam menciptakan Indonesia yang bebas narkoba,” katanya.

Sosialiasi edukatif yang dilakukan oleh BNN dan bertempat di kantor pusat OYO di Jakarta ini menjadi salah satu inisiatif dan upaya aktif OYO dalam mewujudkan tingkat keamanan yang tinggi demi memberikan pengalaman menginap yang berkualitas dan terbaik bagi seluruh pelanggan OYO di Indonesia. OYO juga telah memiliki berbagai kebijakan secara umum yang diterapkan di setiap properti. Diantaranya adalah pertama, wajib menunjukkan dokumen identifikasi foto yang valid pada saat check-in, kedua, tamu utama harus berusia di atas 17 tahun untuk dapat check-in di hotel, dan ketiga perjudian, barang selundupan, pelacuran, senjata, bahan peledak, benda yang mudah terbakar, racun, obat-obatan, dan binatang dilarang keras di hotel.(RD)

: