Pelindo III Kembali Hijaukan Pelabuhan Benoa

Tidak ada komentar 252 views

Penanaman bibit bakau di wilayah pesisir kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

DENPASAR-PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III kembali menanam bibit bakau sebanyak 50 ribu pohon, Senin (2/9), di wilayah pesisir kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Penanaman bakau tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda penghijauan area pesisir Pelabuhan Benoa dan meneruskan penanaman bakau sebelumnya pada 23 Januari 2019 sebanyak 50 ribu bibit bakau oleh oleh Pelindo III bersama elemen masyarakat dan lintas institusi, yaitu Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, KSOP Pelabuhan Benoa, Distrik Navigasi Pelabuhan Benoa, Polisi Air, Imigrasi, Bea Cukai, Camat Denpasar Selatan, Lurah Pedungan, para pemangku adat setempat seperti Kelihan Adat dan Dinas Banjar Sanggaran, dan lainnya.

CEO Pelindo III Regional Bali Nusa Tenggara, I Wayan Eka Saputra mengungkapkan, Pelindo III telah berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama peluasan habitat bakau. “Dari awal sudah disampaikan bahwa Pelindo III berkomitmen untuk kenjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Wayan menjelaskan, Pelindo III telah mendapatkan rekomendasi dari Puslitbang Hutan Bogor atas sejumlah spesies bakau yang cocok ditanam di wilayah pesisir Pelabuhan Benoa. Seperti jenis Mukronata, Bulgoera, dan Apikulata. Pelindo III menggandeng UPTD Tahura Ngurah Rai Denpasar untuk mendampingi, mengawasi, dan memonitoring tumbuh kembang bakau yang ditanam.

Menurut Wayan, pada penanaman perdana Januari lalu, selain menanam, pihaknya telah menugaskan tim untuk melaksanakan perawatan dan pengawasan agar bibit bakau yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Terbukti, pertumbuhan bibit bakau itu telah mencapai 90% sehingga penanamannya dilanjutkan di tahap ke II dan tahap selanjutnya hingga wilayah sekitar pesisir pantai semakin hijau sebagai komitmennya untuk menghijaukan kembali kawasan bakau di sekitar pelabuhan. “Pembangunan di Pelabuhan Benoa telah kami persiapkan sedemikian rupa agar dapat selaras dengan keharmonisan lingkungan sekitar, baik alam, budaya maupun sumber daya manusianya,” ungkapnya.

VP Corporate Communications Pelindo III, Wilis Aji Wiranata menyebutkan, Pelindo III telah menyiapkan area seluas 1 hektar untuk pembangunaan lokasi Upacara Melasti sebagai bentuk penghormatan terhadap Krama Bali. “Amdal untuk pembangunan lokasi upacara Melasti sudah kami siapkan, saat ini sedang persiapan proses pembangunannya,” katanya.

Pelindo III telah mengembangkan area konservasi hutan bakau seluas lebih dari 18 hektar di area pesisir Benoa wilayah barat jalan dan pintu masuk Pelabuhan Benoa. Pengembangan ini dipersiapkan sebagai gerbang laut masuknya turis mancanegara ke Bali.

Dalam industri pelayaran pariwisata kapal pesiar, kata Wilis, selain faktor keamanan yang harus kondusif, faktor kelestarian lingkungan sekitar pelabuhan juga menjadi perhatian. “Karena itu Pelabuhan Benoa terus dikembangkan dengan konsep pelabuhan ramah lingkungan (green port), agar bisa berkelanjutkan dalam memberikan manfaat ekonomi ke masyarakat dan pariwisata Bali,” katanya.(RD)